Cara Memilih Makanan Awetan Berkemasan Yang Baik

Cara Memilih Makanan Awetan Berkemasan Yang Baik

Hari ini yang namanya makanan awetan bukan barang yang asing lagi. Bahkan sangat banyak kita temui di berbagai tempat. Makanan sendiri secara umum sangatlah dibutuhkan manusia dalam melangsungkan kehidupan di muka bumi ini. Setiap hari setidaknya tiga kali makan. Makan pagi, siang, dan malam. Dari makanan yang dikonumsi inilah selanjutnya nanti di dalam tubuh diproses oleh sistem pencernaan. Untuk selanjutnya nantinya akan dibuat atau diubah menjadi energi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kekuatan tubuh.

Aktivitas kita sehari-hari bisa berjalan dengan baik dan lancar karena tercukupinya kebutuhan tubuh. Misalnya saja kita tidak makan sehari semalam saja maka bisa dipastikan tubuh menjadi lemas dan tidak bisa melakukan aktivitas dengan baik. Inilah pentingnya makanan bagi tubuh kita. Pada zaman sekarang ini, ketika kita hendak mencari makanan awetan maka caranya cukup mudah. Banyak toko yang menjualnya. Harganya pun umumnya amat terjangkau. Akan tetapi, kita perlu mengetahui bagaimana memilihnya. Berikut ini kami bagikan cara memilih makanan awetan yang baik.

  1. Melihat kemasannya
    Ini cara yang amat mudah. Makanan awetan mesti dikemas. Kita sebagai pembeli sebaiknya melihat kemasannya. Hal penting mengenai masalah kemasan ini adalah melihat kondisi dari kemasan tersebut. Apakah masih bagus kemasannya ataukah sudah ada kerusakan. Kita ambil contoh bila kemasannya adalah kaleng. Benar-benar kita mesti mengeceknya apakah ada bagian kaleng yang sudah berkarat. Jika ada maka sebaiknya kita tidak membelinya. Termasuk pula jika ada bagian kaleng tersebut yang penyok. Ini pun disarankan tidak kita beli. Pastikan kemasan dalam keadaan utuh dan baik.
  2. Mengecek tanggal kadaluarsanya
    Di setiap bungkus atau kemasan produk makanan awetan umumnya ditulisi tanggal kadaluarsa. Informasi mengenai waktu kadaluarsa suatu produk ini lengkap dari hari bulan serta tahunnya. Cuma kita mesti membacanya terlebih dahulu ketika hendak membelinya. Terkadang tulisan tanggal kadaluarsannya ini tidak sebesar nama merk produk makanan sehingga kita mesti sedikit jeli mengeceknya. Bila kita menemui makanan yang sudah memasuki atau melewati tanggal kadaluarsa maka sebaiknya kita tidak jadi membelinya.
  3. Memperhatikan kelulusan uji untuk diedarkan
    Setiap produk makanan awetan biasanya ada tanda label dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Produk makanan yang memiliki izin dari BPOM menjadikan konsumen akan meyakinkan. Di setiap kemasan produk makanan awetan biasanya ada tulisan tentang BPOM ini. Jika sebuah produk tidak ada tulisan label dari BPOM maka kita perlu bertanya kepada penjualnya.
  4. Memiliki sertifikat halal
    Sertifikat halal ini dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Bagi setiap muslim tentu kehalalan sebuah produk makanan menjadi hal pertama yang mesti diperhatikan. Jika sebuah produk ada tanda halal dari MUI maka layak dan boleh dibeli serta selanjutnya bisa dikonsumsi.
  5. Mengecek nilai gizinya
    Setiap kita ingin menikmati sebuah makanan maka kita menginginkan manfaat yang besar dari makanan tersebut. Kita mengharapkan dengan makan makanan tersebut akan mendapatkan gizi yang cukup. Untuk itu, ketika kita hendak membeli suatu makanan perlu untuk melihat nilai gizinya. Biasanya nilai gizi ini dicantumkan pada kemasan produk makanan awetan tersebut.

Cara di atas memang cukup sederhana. Tidak rumit untuk dilakukan oleh siapa saja. Semua orang mudah melakukannya. Waktu yang dibutuhkan untuk memilih makanan awetan pun juga tidak terlalu lama. Beberapa menit saja sudah cukup. Namun, dari beberapa menit ini sangatlah menentukan kita. Ada banyak hal penting yang bisa kita dapatkan dengan melakukan cara di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *